Tabrak Rumah Warga Dua Kali, Tokoh Masyarakat Merapi Minta Angkutan Batubara ditertibkan

  • Bagikan

LAHAT, Harianbesemah.com – Seperti diketahui, angkutan batubara dengan nomor polisi L 8067 UD menabrak bagian depan rumah warga (Rizal). Akibat kejadian ini, pagar, lantai, atap, dan dinding depan rumah mengalami kerusakan cukup parah.

Melihat kejadian yang berulang ini, tokoh masyarakat Merapi, memberikan saran. Soal angkutan batubara, sampai menabrak rumah warga di Desa Kebur Kecamatan Merapi Barat Kabupaten Lahat.

Sapri SAg, pria yang berprofesi guru di Merapi Timur ini menyarankan, plat mobil angkutan batubara di Kabupaten Lahat hendaknya ditertibkan. Paling tidak ada peraturan yang mengharuskan harus minimal plat Sumsel atau BG seri Lahat.

“Kalau plat BG, paling tidak ada masukan dari sisi pajak kendaraan,” ujarnya, Senin (31/01/2022).

Komentar Sapri ini lantaran melihat nomor plat yang menabrak rumah Suprizal Hernadi nopol L, bukan plat Sumsel.

“Seperti yang terjadi ini nopol L. Merusak jalan di Lahat, bayar pajaknya di luar Sumsel, dan mobil berplat luar Sumsel ratusan bahkan ribuan unit hilir mudik, angkut batubara,” terangnya.

Demikian pula, d!sampaikan, Sudarman, minta Pemda Lahat, melalui Dishub, menertibkan angkutan batubara yang tidak layak jalan. Keberadaan angkutan batubara seperti ini, akan merugikan orang lain.

Seperti kejadian angkutan batubara menabrak rumah milik Suprizal. Sampai dua kali kejadian itu. Hal ini patut d!pertanyakan kelayakan angkutan batubara itu.

“Coba periksa, usia mesinnya, tahun pembuatan. Dishub yang punya kewenangan itu. Bila perlu berikan sanksi tegas terhadap perusahaan yang masih mengoperasikan angkutan tidak layak jalan,” terang Mantan Anggota DPRD Kabupaten Lahat ini, Senin (31/01/2022).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

15 − fifteen =