Kedai PA’ PUJI Airperikan Pagaralam Sajikan Kopi Kesukaan Ratu Yuliana dari Belanda

Pewarta: Terbit pada: 26 Oktober 2020

Kedai PA’ PUJI Airperikan Pagaralam Sajikan Kopi Kesukaan Ratu Yuliana dari Belanda

Foto : Owner Kedai Kopi PA’PUJI Novirza Djazuli saat Lounching pembukaan Kedai Kopi PA’PUJI di kawasan Airperikan Kelurahan, Nendagung cukup banyak mengundang perhatian pencinta kopi. (Foto.dok/HB)

PAGARALAM  HB – Kopi Pagaralam memiliki cita rasa khas bila dibandingkan dengan daerah lain di Sumsel dan Indonesia, sehingga aroma inilah yang membuat Ratu Yuliana dari Belanda menjadikan  kopi dari dataran tinggi tanah Besemah menjadi sajian andalan. Rasa kopi Pagaralam juga beraneka raga tergantung dimana tempat penanaman dan kondisi daerahnya jadi inilah yang menambah kesempurnaan serta keunggulan kopi asli dari daerah lereng Gunung Dempo ini.
Bagi penikmat kopi yang ingin merasakan sensasi kopi warisan Ratu Yuliana dari Belanda, saat ini sudah mulai bermunculan kedai, waroeng, Barista serta pengolah kopi dengan kualitas cukup baik sehingga sudah mampu merambah pasar dunia.
Contohnya, seorang petani kopi asal Talang Darat, Kelurahan Agung Lawangan Kecamatan Dempo Utara, Puji mulai berani memperluas bisnis ini dari awalnya penyedia bahan baku kini meningkat siap nikmati.
Meskipun Pa’ Puji sedikit pengalaman tentang bisnis penjualan kopi Barista, tapi tidak menyurutkan dia untuk membuka Kedai Kopi dengan menyediakan berbagai citra rasa kopi berkelas dunia.
Pak Puji saat ini sudah membuka Kedai Kopi di jalan dua jalur Airperikan, seputaran SPBU  dan tepatnya di depan rumah pribadi mantan Wali Kota Pagaralam, Djazuli Kuris.
Perkembangan dari masa ke masa mulai mendorong pertumbuhan bisnis Kopi Pagaralam terus menggeliat dari bahan mentah menjadi bahan jadi termasuk dari pengolahan bubuk meningkat ke pembuatan kedai atau Waroeng siap saji.
Pa’ Puji ini awalnya merupakan petani bubuk kopi petik merah kopi Pa-Puji, kini mulai memperoleh lebar usaha dengan meresmikan atau Launcing Kedai Nongkrong di kawasan Jalan air Perikan Kelurahan Nendagung Kecamatan Pagaralam Selatan.
Kedai Kopi Pa-Puji Siap untuk menyajikan berbagai seduhan mulai dari kopi  Rrobusta, arabica, black coffee, dan berbagai sajian kopi asli Pagaralam yang khas dalam memanjakan Penikmat kopi.
Pengunjung selain dimanjakan sambil menikmati Kopi juga disajikan alunan lagu – lagu dari music acaustic dan karoke yang bisa mengendorkan urat syaraf dan ketegangan setelah beraktifitas di hari weekend.

Owner Kedai kopi Pa-Puji Novirzah Djazuli, saat buka perdana mengatakan, pembukaan usaha kedai kopi ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan usaha kopi bagi masyarakat Kota Pagaralam, dan termasuk bagi kaum Melinial yang bergerak di bidang UMKM. Hal ini sebagai bentuk turut membangun kemajuan Wisata kuliner sehingga dapat memacu banyak pengunjung datang untuk menikmati kopi Khas Pagaralam peninggalan Ratu Yuliana dari Belanda.
Menurut Novirza, pengembangan bisnis di kawasan dua jalur Air Perikan  ini dipastikan tidak mengganggu warga karena bukan lokasi padat penduduk dan tidak mengganggu arus lalulintas dan berada di lokasi yang strategis, dan sangat mendukung usaha ini.

Sementara Iwan Pujakesuma sebagai pengelola Kedai kopi Pa-Puji menambahkan, kedai ini mengutamakan kualitas sajian kopi dan kenyamanan pengunjung, dan kopi asli petik merah dari Pagaralam.

“Kami akan terus menata dan melengkapi kekurangan tentunya dalam melengkapi cita rasa atau kualitas sajian kopi.  Prioritas bagi kami selera pengunjung, agar  Kedai kopi Pa-Puji ini makin dikenal masyarakat luas yang setiap hari bukak pada siang jam 11.00 hingga Malam,” ujar dia. (01/HB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − thirteen =