Warga Lahat Berkebun Kopi di Pagaralam Tewas Mengenaskan Diterkam Harimau

Pewarta: Terbit pada: 5 Desember 2019

Foto : Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi SH didampingi Camat Dempo Selatan Sutriana Djuaji Saat memimpin evakuasi korban serangan harimau. (foto/dok.pri/Hb)

Warga Lahat Berkebun Kopi di Pagaralam Tewas Mengenaskan Diterkam Harimau

PAGARALAM HB – Seorang petani kopi Hardiansya Yudianto (39) Waga Tajung Sirih Kabupaten Lahat, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dengan badan sudah tidak utuh lagi pada Kamis sore di Desa Tebet Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, diduga korban tewas akibat serangan harimau.
Penelusuran Harianesemah, evakuasi sempat terkendala lantaran harimau masih berada di sekitar korban, baru setelah dilakukan pengusiran dengan menghidupkan api membuat si raja hutan berlari.
Baru kemudian mayat Hardiansyah dapat dievakuasi menggunakan karung karena darurat dan kondisinya mengenaskan tinggal tersisa tulang belulang dan bagisn kaki saja masih utuh.
Sebelumnya kejadian yang sama dialami Marta (25) warga Desa Tebat Benawa Kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam terluka akibat diterkam Harimau hingga luka parah.
Kapolres Kota Pagaralam AKBP Dolly Gumara SIK MH didampingi Kapolsek Dempo Selatan Iptu Zaldi dan Camat Dempo Selatan Sutrima Djuaji mengatakan, proses evakuasi korban dilakukan tim gabungan seperti Polri, TNI, pemerintah setempat dan warga seputar tempat kejadian Dusun Tebad Benawa.
“Kita sedikit kesulitan mengevakuasi Hardiansyah mengingat lokasiny cukup jauh masuk kawasan hutan lindung Dusun Tebad Benawa berjarak sekitar 12 km dari perkampungan,” kata dia.
Kemudian, kata dia, kondisi korban jiga sudah membusuk dan semua bagian tubuh sudah habis dimakan tinggal bagian kaki saja.
“Kami terpaksa melakukan evakuasi menggunakan karung mengingat korban sudah tinggal tulang belulang hanya tinggal kaki saja yang masih utuh, bagian tubuh dan kepala tinggal tulang,” kata dia.
Lanjut dia, korban yang tewas diterkam harimau setelah berhasil dievakuasi langsung dibawa ke rumah sakit daerah Besemah Pagaralam, kemudian langsung dibawa ke rumah duka Desa Tanjung Sirih, Kabupaten Lahat.
Sementara itu
Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Lahat Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Martialis Puspito, Kamis, mengatakan korban bernama Yudiansah Harianto alias Yanto (39), lokasi penemuan sekitar 200 meter dari serangan sebelumnya yang menimpa petani lain, Marta (24) yang menderita luka.
“Informasi yang kami dapatkan lokasinya 12 kilometer dari pemukiman, sehingga di duga kuat masih dalam kawasan hutan lindung yang menjadi habitatnya harimau,” ujar dia.
Penemuan korban bermula dari warga yang melihat seekor harimau dengan mulut berlumuran bekas darah, saat ditelusuri ternyata warga menemukan beberapa potongan tubuh yang diduga kuat milik Yanto.
Sementara itu Wako Pagaralam Alpian Maskoni SH mengatakan,
warga sudah diimbau untuk tidak memasuki kawasan hutan lindung sementara waktu, juga sudah menghimbau agar warga tidak berkebun sampai kondusif.
“Kita medesak ada dukungan dari daerah sekitar Kota Pagaralam untuk menanggulangi serangan harimau termasuk menghimbau agar warganya tidak berkebun di hutan lindung,” ujar dia. (03)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 + 17 =