Wali kota : Tamatan SMA Pagaralam Diprioritaskan Masuk PTN Bergengsi

Pewarta: Terbit pada: 13 Maret 2017

PAGARALAM HB – Wali kota Pagaralam Hj Ida Fitiriati Basjuni mensosialisasikan Sekolah Tinggi Transfortasi Darat (STTD) kepada siswa di SMA N 3 Kota Pagaralam dan setiap tahun adà jatah tamatan SLTA diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bergengsi khususnya ikatan dinas seperti Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dan STPDN.

Kemudian STTD adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementrian Perhubungan, yang menyelenggarakan pendidikan berbasis vokasi dan akademik dalam bidang transportasi darat yang ada di Indonesia.
Wali kota Pagaralam Hj Ida Fitriati Basjuni mengatakan, peraturan yang baru seluruh sekolah Negeri setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah di serahkan ke provinsi, tetapi bukan berarti Pemerintah Kota lepas dari kewajiban.

“Pemerintah Kota Pagaralam tidak boleh tinggal diam, karena murid – murid disini adalah masyarakat Pagaralam. Walaupun sekolah sudah diambil alih Provinsi, tetapi masih jadi tanggung jawab Pemkot. tidak serta merta setelah diserahkan ke Provinsi lalu kami lepas dari tanggung jawab,” kata dia.
Lanjut Ida, sebentar lagi akan ujian nasional, pesan saya kepada siswa bersiaplah menghadapi ujian.
“Kami berdoa semoga siswa yang mengikuti ujian lulus seratus persen,” tambahnya.
Hingga saat ini belum ada yang mewakili Kota Pagaralam di Sekolah Transportasi Darat. Padahal Pemkot Pagaralam sudah mengadakan MoU dengan perguruan tinggi tersebut.

“Jatah kita setiap tahunya 5 orang siswa tetapi harus jurusan IPA. Begitu lulus biaya di tanggung Negara kemudian jadi PNS. setelah selesai pendidikan langsung di tempatkan kerja, dari tujuh belas kabupaten kota di Sumsel hanya Pagaralam yang dapat MoU dengan STTD. Jadi siswa yang belum ujian bisa mendaftarkan diri di BKD,” tambah Ida.
Ida menambahkan, Indonesia membutuhkan sepuluh ribu orang juru ukur tanah. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan STPN adalah sekolah tinggi kedinasan yang langsung berada di bawah lembaga pemerintahan Nonkementerian yaitu Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Untuk saat ini di Pagaralam hanya ada satu juru ukur, Pagaralam masih membutuhkan juru ukur lagi. mengukur tanah itu tidak gampang, harus dilakukan oleh orang yang membidangi dan berkompeten di bidang itu.
“Mengingat mengukur tanah tidak boleh sembarang orang, harus punya lisensi. Melihat peluang tersebut Pagaralam ambi MOU juga dengan pihak STPN setiap tahun Pagaralam dapat jata 10 orang siswa. Akan tetapi harus tamatan dari IPA. Maka dari itu saya berpesan kepada seluruh Siswa rajinlah belajar, karena ilmu itu adalah untuk mendukung talenta dan skill yang lain agar bisa mencapai sukses,” pungkasnya.(mg1)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =