PWI Pusat Kutuk Aksi Brutal Terhadap Wartawan Banyuasin

Pewarta: Terbit pada: 9 Maret 2020

Ketua PWI Pusat Atal D Pari Bersama Menkumham (foto/dok.pri/Hb)

SUMSEL – Tindakan brutal dan kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi, kali ini menimpa jurnalis media online yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di salah satu lokasi penambangan pasir di Kabupaten Banyuasin.
Kejadian berawal saat  wartawan media adaberitanet.com Ir sedang meliput kegiatan penambangan pasir di Desa Lebung dan Rantau Harapan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.
Saat melakukan investigasi terkait adanya keluhan warga terkait penambangan pasir yang sudah hampir dua tahun beraktivitas namun tidak jelas kontribusinya kepada masyarakat setempat.
“Saya datang ke lokasi menindaklanjuti keluhan masyarakat Desa Lebung terkait adanya aktifitas penambangan pasir sudah hampir dua tahun ini berjalan tidak jelas kemana kontribusinya untuk desa, namun saat mengambil gambar dari atas perahu datang Speedboat dengan kecepatan tinggi menabrak perahu yang aku tumpangi,” kata Ir ketika dibincangi awak media.
Sementara itu Ketus PWI pusat melalui Ketua Bidang Advokasi Pembelaan Wartawan Ocktap Riady mengutuk keras aksi pemukulan terhadap wartawan Banyuasin tersebut dan meminta polisi menangkap segera para pelakunya.
“Ini jelas-jelas wartawan hendak dibunuh. Itu penganiayaan berat. Kami neminta Polres Banyuasin segera menangkap pelakunya,” ujar Ocktap.
Wartawan menurut Ocktap dalam melaksanakan tugasnya dilindungi hukum yakni UU no 40 Tahun 1999.
Selain meminta polisi segera mengungkap kasus itu dia juga meminta Bupati Banyusin menyetop aktifitas perusahaan itu dihentikan dan izinnya dicabut.
“Saya minta polisi segera tangkap pelakunya dan pemerintah setempat cabut izin penambanganya,” ujar dia. (04***)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − eighteen =