Petani Karet Jambi Senang Karena Harga Karet Meroket

Pewarta: Terbit pada: 25 April 2016
Kebun Karet

Harianbesemah.com – Jambi. Lama terpukul oleh rendahnya harga, akhirnya petani karet kini kembali semringah karena harga karet menunjukkan tren kenaikan.

\r\nDi pasar lelang se-Kabupaten Bungo, ‎setelah pada Selasa (19/4) harga kadar karet kering (K3) mencapai Rp 13.500, Rabu (20/4/2015) harganya meroket menjadi Rp 15.400 per kilogram. Angka ini dinilai fantastis jika dibanding dua tahun terakhir yang hanya di kisaran Rp 6.000‎ per kilogram.\r\n\r\nKabid Perdagangan Disperindag Kabupaten Bungo, Syarif menyebut peningkatan harga ini terjadi sejak sepekan terakhir.\r\n\r\n”Seminggu lalu ada rapat koordinasi di Novita Hotel di Jambi. Ada orang Kementerian, petani, tauke dan pihak-pihak terkait, sejak saat itu dengan sendirinya harga karet naik,” jelas Syarif kepada Tribun, kemarin.\r\n\r\nSekretaris Eksekutif Gapkindo, Hatta menyebut bahwa harga karet saat ini sudah tembus pada 1,5 dolar AS $ atau sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Itu, kata dia, harga ekspor.\r\n\r\n“Kalau harga karet bersih di Jambi baru Rp 15.400 per kilogramnya,” kata Hatta.\r\n\r\nTapi, sergahnya, harga tersebut sewaktu-waktu bisa berubah. Ia tetap berharap sekalipun berubah tapi perubahannya berupa kenaikan harga. Naiknya harga karet yang sebelumnya di harga Rp 10 ribu itu dikarenakan ada kebijakan baru. Ekspor dari tiga negara yaitu Thailand, Malaysia dan Indonesia stoknya dikurangi hingga 3.000 ton untuk tiga bulan pertama ini.\r\n\r\n”Dunia mengurangi kuotanya, jadi harga bisa meningkat dari yang sebelumnya,” katanya.\r\n\r\nTarget dari Gapkindo, hingga Agustus mendatang, Indonesia bisa mengurangi stok hingga 600 ton. Dengan demikian, harga karet akan semakin tinggi, dan petani bisa kembali tersenyum.\r\n\r\nSementara itu Syarif bilang, naiknya harga karet sudah berdampak langsung ke aktivitas jual beli di pasar.\r\n\r\n“Insya Allah ekonomi masyarakat kita meningkat, terlebih harga kebutuhan pokok stabil karena stok terpenuhi. Beberapa bahkan turun harga seperti cabai dan bawang,” tukasnya.\r\n\r\nPemkab berharap tren positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat ini terus berlanjut. Yang paling penting ‎kini petani karet harus terus menjaga kualitas produksi. Petani karet pun sangat bahagia atas peningkatan harga di pasar lelang. Mereka berharap harga ini terus berlanjut sehingga lepas dari lilitan ekonomi.\r\n\r\n”Kita sudah dua tahun kesulitan karena harga karet rendah sekali, benar-benar menjerit. Bahkan banyak kawan tidak motong (nyadap) lagi. Kenaikan seperti inilah yang kami tunggu-tunggu,” sebut seorang petani, Rudiansyah. (zha/zak) (Tribunnews Jambi)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eight + 3 =