Novirza Djazuli Usulkan Airperikan Jadi Kawasan Wisata Kuliner

Pewarta: Terbit pada: 26 Oktober 2020

Foto : Novirza Djazuli Saat Pembukaan Kedai Kopi Pa Puji Airperikan. (Foto.dok/HB)

PAGARALAM HB – Upaya untuk menyempurnakan Kota Pagaralam sebagai daerah distinasi wisata andalan Sumatera Selatan (Sumsel) terutama bagi pencinta kopi perlu objek wisata baru termasuk kawasan kuliner hal inilah yang mendorong usulan mantan Wakil Wali Kota Pagaralam Novirza Djazuli SE mengusulkan kawasan Airperikan Kelurahan Nendagung menjadi pusat kuliner Kota Pagaralam.
Menurut Novirza, memang butuh waktu tapi kalau sudah dirancang dari sekarang tinggal melengkapi saja untuk mewujudkan kawasan wisata kuliner seperti ada pusat jajanan kue, makanan, termasuk kedai kopi serta buah.
Namun perlu penataan yang baik agar tidak justru menambah persoalan baru terutama daerah jalur utama menuju kawasan wisata Gunung Dempo.
“Kan Airperikan ini cukup pajang jalurnya sehingga layak jadi daerah wisata kuliner, yaitu mulai dari Simpang Tiga arah Koramil hingga tugu simpang tiga Gunung Gare. Saat ini sudah bermunculan berbagai usaha seperti pusat ole-ole, makanan dan termasuk penginapan homestay,” kata dia.
Tapi, itu perlu aturan dan penataan yang serius agar benar-benar menjadi tolak ukur daerah wisata sehingga tidak ada kesan kesemerautan dan kotor.
“Saat ini kita mulai dari buat kedai kopi asli Pagaralam,  mengingat kopi Besemah memiliki  varian yang beragam. Kopi ini berasal dari dataran tinggi Besamah Kota Pagarlaam, berada di sekitar Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat, dan Empat Lawang.
” Bahkan kopi Pagaralam sudah terkenal sejak zaman Belanda, dan Kopi ini juga kesukaan Ratu Belanda, kalau tidak enak mana mungkin seorang Ratu selalu mengidsm-idamkannya, ” ujar dia.

Ia mengatakan, berdasarkan literasi kopi Besemah mayoritas berjenis Robusta dan banyak ditemui di sekitar lereng Gunung Dempo.
“Ratu Yuliana menyukai ini katend sejak dulu dikenal aromanya yang wangi,” kata dia.

Dia menguraikan, salah satu ciri khasnya yakni sudah tercium sebelum kopi diseduh, memiliki rasa dan aroma gurih sehingga banyak digemari termasuk mancanegara.
Kemudian kata Novirza, dulunya di Pagaralam ada kebun kopi yang dibuat khusus untuk menghasilkan biji kopi terbaik. Hasil panen dari kebun kopi tersebut dikirim seluruhnya ke dapur istana Ratu Belanda itu, dan saat ini juga disajikan di Kedai PA’PUJI. .
“Memang untuk merambah lebih luas lagi kita butuh  ada sertifikasi untuk membantu para petani kopi.  Makan dengan adanya kopi jenis, kopi Besemah sebagai salah satu unggulan Kopi Sumsel.
“Siapa mau coba nikmati kopi yang idola Ratu Yuliana dari Belanda silahkan datang ke Kota Pagaralam, khususnya di Kedai Pa Puji,” ungkap dia. (02/HB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + 11 =