Kapolres Pagaralam : Polisi akan pidanakan pembakar lahan ladang

Pewarta: Terbit pada: 21 September 2019

Pemkot Pagaralam, Personel TNI/Polri dan masyarakat Kota Pagaralam saat mengikuti shalat Istisqa di Lapangan Alun-alun Utara

PAGARALAM (HB) – Kepolisian Resor Kota Pagaralam, Polda Sumsel,  akan mempidanakan pelaku pembakaran lahan di daerah itu kendati dilakukan di atas lahan milik sendiri. Bahkan Pemkot, Polisi, TNI dan masyarakat Kota Pagaralam, sudah berulang kali melakukan shalat istisqa.

Kapolres Kota Pagaralam AKBP Trisaksono Pospo Aji, SIK Msi didampingi Wakapolres Kompol Tri Wahyudi  ditemui saat shalat Istisqa atau shalat minta hujan di lapangan setempat, mengatakan pembukaan lahan sendiri dengan cara dibakar dilarang karena bisa menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menimbulkan kabut asap yang dapat merusak udara.
“Kebakaran lahan di Kota Pagaralam sering terjadi di daerah Dempo Tengah dan Selatan, ini terjadi karena warga yang membakar lahan sendiri dan iseng. Meskipun warga membuka lahan perkebunan sendiri dengan cara dibakar, mereka bisa kita tindak atau dipidanakan,” ungkap dia.
Menurut dia, warga membakar lahan ini berdampak luas seperti menyebabkan terjadinya kebakaran yang meluas serta menimbulkan kabut asap dan membahayakan kesehatan masyarakat setempat.
“Saya minta masyarakat yang akan membuka lahan pertanian tidak membakar lahan, karena saat ini sedang musim kemarau sehingga bisa menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar dia.
Ia mengataksn, untuk mencegah terjadinya karhutla di wilayah itu, polisi bersama dengan sejumlah pihak terkait lainnya, salah satunya Kodim 0405/Lahat, telah membentuk tim bersama guna melakukan patroli mencegah terjadinya karhutla.
“Tim yang diturunkan ke lapangan ini selain akan melakukan penindakan terhadap pelaku pembakaran lahan, juga ikut  memadamkan api jika terjadi kebakaran. Selain itu,  menyosialisasikan larangan membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar,” kata dia.
Sejauh ini, kasus kebakaran hutan dan lahan di Kota Pagaralam sudah terjadi beberapa kali namun masih dalam skala kecil dan berhasil dipadamkan sebelum meluas.
“Saat ini belum ada pelaku pembakaran lahan yang diamankan, jika ada yang kita amankan nantinya mereka akan kita tindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar dia lagi.
Dia menghimbau, musim kemarau bukan saja rawan Kahutlah juga sudah menimbulkan bencana kekeringan yang luar biasa. (02)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + eight =