Hakim PN Pagaralam Vonis Tika dan Riko Hukuman Mati

Pewarta: Terbit pada: 21 Agustus 2019

Foto/HB: Suasana Saat Hakim PN Kota Pagaralam Menyidangkan  Vonis Tika dan Riko Hukuman Mati

PAGARALAM HB – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Pagaralam, memberi vonis hukuman mati untuk terdakwah Tika Herli alias Tika (31) dan Riko Apriadi (20) terdakwa kasus pembunuhan Ponia (39) dan anaknya Selvia (13) dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Pagaralam, Selasa (20/8).
Sidang dipimpin Hakim Ketua Muhamad Martin Helmi SH MH didampingi Agung Hartono SH MH menyatakan, Tika dan Riko  terbukti bersalah melanggar Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, mendapat pengawalan ketat dari polisi Polres Kota Pagaralam.
Bahkan sejumlah anggota keluarga dan pengunjung yang ingin meyaksikan sidang tampak memadati ruang sidang dan kantor PN Pagaralam, untuk pengawalan dan menyaksikan putusan sidang.
Ketua Pengadilan Negeri Kota Pagaralam Kepala Pengadilan,  Saut Erwin H A Munthe SH MH mengatakan, sejarah dan menjadi efek jera bagi siapapun melakukan pembunuhan sadis dengan hukuman mati.
“Dua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana dengan sengaja dan berencana terlebih dahulu sehingga memenghilangkan nayawa orang lain. Makanya kami menjatuhkan terdakwa dengan pidana mati,” kata dia.
Menurut dia, vonis ini sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), yang menuntut Tika dan Riko dengan pidana Hukuman Mati.
“Kami Hakim ingin memuaskan keluarga dan tuntutan masyarakat Kota Pagaralam. Bahkan pecah telor bagi PN Pagaralam memberikan vonis maksimal bagi terdakwah dengan hukuman mati,” kata dia.
Menurut dia, usai membacakan vonis, hakim mempersilahkan terdakwa dan jaksa penuntut umum untuk memberikan tanggapan.
“Atas putusan ini, baik terdakwa dan jaksa penuntut umum punya hal yang mau disampaikan? Diterima atau dipikir-pikir dulu seperti yang ditentukan selama 7 hari,” kata dia lagi.
“Kedua terdakwa ini divonis mati, dengan melanggar pasal 340 jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP Subsidair Pasal 338 jo 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan dakwaan Kedua Pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 c UU no 35 tahun 2014,” ujar dia.
Sementara, Jefri salah satu terdakwa dalam kasus yang sama dengan perkara pembunuhan berencana terhadap korban Ponia dan anaknya, sudah divonis majelis hakim  dengan hukuman maksismal penjara 10 tahun dikarenakan pelaku di bawah umur.
Pengacara Tika Haidir Murni SH mengatakan, masih akan melakukan koordinasi dengan tersangka untuk mengajukan upaya hukum lain.
“Kami masih pikir-pikir, bahwa setelah dibacakan putusan telah selesai, maka perkara atas nama Tika dan Riko akan dilanjutkan 7 hari ke depan,” ujar dia. (03)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 2 =