Gubernur Sumsel Kukuhkan Pagaralam Kota Penggerak Tahfiz

Pewarta: Terbit pada: 8 Februari 2020

Resmikna Gedung Workshop & Rumah Santri Ponpes Daarul Qutub El Gontori (foto/dok.pri/Hb)

PAGARALAM HB – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru SH mengukuhkan Kota Pagaralam sebagai Kota Penggerak program tahfiz dan sekaligus meresmikan Gedung Workshoop serta Rumah santri pondok pesantren Daarul Qutub El Gontori Kota Pagaralam, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Pagaralam Utara.
Gubernur H Herman Deru didampingi Walikota Pagaralam Alpian Maskoni langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid.
Hadir dalam acara ini DPRD Provinsi Sumsel Alfrenzi Panggar Besi, Sekda Kota Pagaralam Drs Samsul Bahri, Ketua DPRD Kota Pagralam Jeny Shandiyah, Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara, Kajari Kota Pagaralam Zuhri SH, Ketua Pengadilan Agama Febrizal Lubis, Pabung Mayor Darul Qutni, seluruh kepala Dinas, Kepala Badan, seluruh Camat, Seluruh Lurah sekota Pagaralam dan ratusan Santri
Pimpinan pondok pesantren Daarul Qutub El Gontori Ustad Muhaimin mengatakan sangat berterima kasih serta rasa bangga karena Gubernur Sumsel berkenan hadir untuk meresmikan Gedung ini.
“Alhamdulilllah program Gubernur Sumsel untuk mendirikan satu desa satu rumah tahfiz berjalan lancar, terutama di Kota Pagaralam, bahkan sudah berdiri 8 rumah tahfiz,” kata dia.
Menurut dia, bahkan di pondok pesantren Daarul Qutub El Gontori sendiri saat ini tidak kurang dari 1000 santri yang sedang mengikuti pendidikan keagamaan.
Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, awal munculnya ide program tahfiz ini di Sumsel dari Kota Pagaralam sehingga sudah menyebar di seluruh daerah lainnya.
“Saya berharapa berdirinya satu desa satu rumah tahfiz di Sumsel dan cikal bakalnya dari pondok pesantren Daarul Qutub El Gontori ini,” ujar dia.
Ia mengatakan, tujuan mendirikan rumah tahfiz itu sangat mulia untuk membebaskan masyarakt dari buta aksara membaca Al- Quran khususnya di kalangan anak-anak.
“Saya gerak cepat berniat untuk mendirikan rumah tahfiz tersebar diseluruh Sumsel, dan rencana kita akan dirikan paling sedikit 3000 rumah tahfiz lagi,” ujar dia.
Dia mengatakan, perlu dipahami bahwa rumah tahfiz itu adalah sebuah bangunan mewah dengan gedung berfsilitas lengkap, bukanya bangunan gedung yang di utamakan akan tetapi kegiatan pendidikan nya dulu harus berjalan.
“Saya berharap Pondok pesantren Daarul Qutub El Gontori ini selalu menjaga kepercayaan masyarkat agar tempat pendidikan agama ini tidak berhenti ditengah jalan,” ujarnya. (09)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × 1 =