Gosip Itu Sehat, Benarkah?

Pewarta: Terbit pada: 22 April 2016
Gosip menyehatkan Foto: simpleelegantsuccess.com

Berita Sumsel -Apa yang dilakukan wanita ketika berkumpul? Ngegosip alias membicarakan orang tentu menjadi topik utama bahkan ketika Anda tidak berniat melakukannya! Gosip bisa memuaskan hati namun sekaligus memunculkan rasa bersalah ketika melakukannya, sama seperti ketika Anda memesan dessert saat sedang diet, atau nonton sinetron saat tidak ada orang di rumah. (sumber: NBCNews)

\r\n

Namun mungkin setelah Anda membaca artikel ini, Anda tidak akan merasa terlalu bersalah lagi sehabis bergosip. Karena menurut sebuah penelitian, gosip malahan membuat sehat. Gosip dianggap sebagai aktivitas sosial yang membuat kebudayaan bergerak dan mesin sosial berputar.

\r\n

Menurut profesor psikologi di Knox College, Galesburg, Frank McAndrew, bergosip adalah kemampuan sosial, bukan cacat karakter. McAndrew bahkan membuat penelitian dengan mengumpulkan 140 mahasiswa dan mahasiswi di mana 98 wanita dan 42 pria disuruh untuk membaca 12 seri fiksi singkat untuk menstimulasi kegiatan menggosip.

\r\n

Beberapa cerita mempunyai tema yang positif seperti memenangkan award atau mendapatkan uang dalam jumlah yang besar. Sebagian cerita lagi mempunyai tema yang negatif seperti perilaku mabuk, perilaku seksual, judi dan menyontek. Setelah membaca masing-masing cerita, setiap mahasiswa-mahasiswi diminta untuk memberi peringkat bagaimana mereka mau menyampaikan cerita kepada orang lain berdasarkan kedekatan dengan narasumber.

\r\n

Hasilnya, yang diterbitkan oleh Journal of Applied Social Psychology, gosip dikontrol oleh apa yang dibaca atau didengar orang. Dan bila informasi negatif tentang seseorang, mereka lebih “senang” menyampaikan atau menceritakannya kepada orang lain bila berita tersebut berkaitan dengan gender yang sama. Dan mereka juga senang menyampaikan kabar baik bila berkaitan dengan teman mereka.

\r\n

Gosip Sehat

\r\n

Hasil penelitian ini berkaitan dengan perubahan artikel favorit di majalah gosip yang melibatkan pembacanya. Pembaca kini, lebih senang mendengar berita baik tentang selebritis. Mereka senang mendengar berita tentang pernikahan, kelahiran, tunangan dan romansa. Namun, di sisi lain, mereka juga senang melihat selebritas dan sosialita terlihat dengan tubuh yang kelebihan lemak, karena membuat mereka merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.

\r\n

Saat bergosip, Anda sedang menciptakan hubungan yang erat dengan teman-teman dan ini adalah saat di mana Anda bisa menghakimi orang lain dengan bebas. Saat Anda mengetahui hal buruk terjadi pada orang yang jahat, Anda merasa lebih baik. Dan bila Anda mendengar kabar baik dari orang yang Anda suka, Anda merasa terwakilkan. Inilah bergosip yang bisa menyehatkan Anda.

\r\n

Gosip yang baik adalah bila Anda menggunakannya atau melakukannya secara selektif pada social group-nya. Sangat penting untuk berbagi cerita, namun jangan membuatnya diskriminatif. Jangan membicarakan orang tanpa tujuan karena hanya berniat berbicara hal buruk tentang seseorang. Biasanya orang-orang seperti ini ingin mendapatkan perhatian dan ingin menjadi si pencerita dalam grupnya tanpa menyadari kalau apa yang mereka lakukan, dapat menyakiti orang lain.(okezone.com)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seven + six =