Dosen merupakan Profesional Pengabdi Kepada Masyarakat

Pewarta: Terbit pada: 25 April 2016
Universitas Negeri Medan

Harianbesemah.com – Medan. Dosen merupakan Profesional Pengabdi Kepada Masyarakat (Prodikemas), sebuah variable penting dalam menunjang kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Dra Suparni Setyowati Rahayu MSi penyusun Buku Panduan X tentang penelitian dan pengabdian Masyarakat di sela-sela kegiatan Work Shop Bimbingan  teknis “Penyusunan Proposal, Pelaksanaan dan Pelaporan  Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat DRPM Tahun 2016” di Digital Library Universitas Negeri Medan, akhir pekan kemarin.

\r\n

Acara yang digelar Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unimed yang disambut antusias oleh ratusan dosen berbagai lintas keahlian dan fakultas di sekitaran kampus.Turut hadir pada acara tersebut, Direktorat Riset Pengabdian Masyarakat (DRPM) Dikti  yang diwakili Rektor Unimed yang diwakili oleh  Dra Suparni Setyowati Rahayu MSi, Wakil Rektor I Prof Dr Abdul K Hamid MPd, Ketua LPM Unimed Dr Kustoro Budiarta ME, Sekertaris LPM  Muhti Hamajah MSi, seluruh Koordinator  dan staf ahli serta ratusan dosen.

\r\n

Suparni mengungkapkan, tahun 2016 DPRM Dikti menyediakan anggaran hingga 1 triliun lebih untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat  dengan pola yang dikembangkan oleh perguruan tinggi dengan menggunakan berbagai Skim baik  IbM, IbW, IbIKK, IbPE, Hi-Link dan KKn PPM, selain itu juga untuk Buku Panduan X lebih mengedepankan membangkitkan perekonomian masyarakat seperti skim baru yaitu pengabdian berbasis desa binaan dan pengabdian produk unggulan daerah.

\r\n

Torehan Unimed sebagai kampus yang terdepan di Pulau Sumatera dan peringkat 7 Nasional hal ini sangat menunjang program penyejahteraan masyarakat di Sumut.”Program pengabdian ini lebih mendekatkan fungsi perguruan tinggi untuk memberikan solusi nyata dalam upaya peningkatan perekonomian masyarakat  serta  menjembatani  bahwa masyarakat merupakan laboratorium besar dalam menunjang aktivitas kampus,” Ungkap Reviewer Nasional Kemenristekdikti tersebut.

\r\n

Hal senada juga diungkapkan oleh Abdul K Hamid, beliau sangat mendukung kegiatan dosen yang melakukan pengabdian kepada masyarakat. “Pada pengabdian masyarakat ini cukup jelas untuk mengukur barometer keberhasilannya karena dengan teknologi tepat guna serta proses pencerdasan dapat secara langsung dirasakan hasilnya di masyarakat.Hal ini yang harus didukung untuk proses pengabdian dapat menjadi  solusi cerdas atas permasalahan masyarakat,” paparnya.

\r\n

Sementara itu, Ketua LPM Unimed Dr Kustoro menambahkkan, dengan diadakannya Bimteks diharapkan para dosen mampu memahami panduan terbaru pada pengabdian selain itu juga dapat menyusun proposal pengabdian lengkap dan rigid sehingga mampu menghasilkan pengabdian yang benar-benar  dapat menjadi problem solving di masyarakat.

\r\n

“Bila tahun ini LPM Unimed berhasil menyukseskan proposal sebanyak 62 Program Pengabdian yang dibiayai Dikti dan menempati urutan 7 nasional, maka ditargetkan tahun depan Unimed harus mampu meningkatkan jumlah dan kualitas pengabdian.Tahun depan  kita berharap terjadi peningkatan yang signifikan dan kita berharap menembus 3 besar nasinal, serta untuk grade lembaga pengabdian kepada masyarakat Unimed  bila nantinya di akreditasi pada posisi mandiri,” harap mantan Dekan Fakultas Ekonomi.(BS02-rel)

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen + 17 =