Cegah Kekerasan Terhadap Anak, Tim PKK Provinsi Sumsel Gelar Sosialisasi Perlindungan Anak

Pewarta: Terbit pada: 12 April 2016
Sosialisasi Perlindungan Anak Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin

Palembang (Berita Sumsel) – Tim Penggerak PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Organisasi Wanita se-Kota Palembang dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) gelar acara sosialisasi perlindungan anak di Griya Agung Palembang. Selasa (12/4). Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah agar tidak terjadi kekerasan kepada anak yang sering timbul di lingkungan masyarakat Provinsi Sumsel.

\r\n

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdin mengatakan, selamat datang kepada Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia Bapak Aris Merdeka Sirait. “mudahan dapat berdiskusi bersama kami dalam mensosilaisasi perlindungan anak, Bahwa ibu-ibu disini adalah ujung tombak dalam mensosialisasikan dalam perlindungan anak,” Ujarnya.

\r\n

Provinsi Sumsel meliputi 17 Kabupaten/Kota dan Kota Palembang mencangkup 16 Kecamatan. “disini diikuti oleh Tim Penggerak PKK Prov. Sumsel, Organisasi Wanita se-Kota Palembang serta P2TP2A , dengan adanya kegiatan  ini agar kami mendapatkan saran dari Pak Arif dalam mensosialisasikan perlindungan terhadap anak,” Ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel

\r\n

Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Aris Merdeka Sirait mengatakan, menyangkut soal kekerasan, pelecehan seksual dan lainnya.”kita harus memerangi kekerasan itu terhadap anak, mau tidak mau kita untuk tampil yang terbaik untuk anak kita.” Katanya.

\r\n

Lanjut Arif mengatakan, Presdien Republik Indonesia (RI) , Joko Widodo sudah memberikan intruksi bahwa Gerakan Anti Seksual Terhadap Anak. “dikeluarkannya intruksi itu oleh Presiden RI, karena Indonesia Darurat Terhadap Seksual.” Ujarnya

\r\n

Di dalam kasus kejahatan seksual yang sering timbul terhadap anak di Indonesia. “bahwa kejahatan seksual itu kebanyakan dilakukan oleh orang-orang dekat, jadi dimana-mana selalu orang terdekat yang menjadi kejahatan seksual,Terang Arif

\r\n

Lanjut Arif menjelaskan, bahkan saat ini timbul darurat LGBT, sekarang LGBT itu berada pada anak-anak, televisipun juga meliputi LGBT. Kekerasan itu bukan hanya di Kota – kota besar tetapi di Desa pun kerap terjadi. “seperti

\r\n

saya di Banyuasin umur anak 5-6 tahun menjadi korban pemerkosaan, dalam mengatasi hal tersebut yang harus dilakukan adalah Pendekatan, Pencegahan dan Deteksi Dini,  Kalau hal itu tidak dilakukan maka kekerasan terus berkembang, contohnya, cara pendekatannya Tim Penggerak PKK harus mensosialisasikan kesekolah PAUD yang ada, karena pelaku itu orang – orang terdekat.” Ungkapnya

\r\n

“Mari kita baik Tim Penggerak PKK Provinsi Sumsel, Organisasi Wanita se-Kota Palembang dan P2TP2A harus lakukan sosialisasi ini, Kalau tidak dilakukan seperti itu maka Indonesia masih tetap darurat kejahatan terhadap anak. Sebab Anak adalah penerus bangsa ini, kalau kekerasan masih terjadi dimana-mana Indonesia bisa dikatakan tidak hebat, Indonesia yang hebat adalah Indoensia yang bebas dari kekerasan,” Pungkasnya.

\r\n

BNN Pagar alam Sumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve − 8 =